Menurut Mc. Donald motivasi adalah perubahan energi dalam diri
seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai
tujuan. Dengan pengertian ini, dapat dikatakan bahwa motivasi adalah sesuatu
yang kompleks.
Motivasi akan menyebabkan terjadinya suatu perubahan energi yang ada
pada diri manusia, sehingga akan bergayut dengan persoalan gejala kejiwaan,
perasaan dan juga emosi, untuk kemudian bertindak atau
melakukan sesuatu.
Motivasi belajar dapat juga diartikan sebagai serangkaian usaha untuk
menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin
melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka, maka akan berusaha untuk meniadakan
atau mengelak perasaan tidak suka itu.
Menurut Siti Sumarni (2005), Thomas
L. Good dan Jere B. Braphy mendefinisikan
motivasi sebagai
suatu energi penggerak dan pengarah, yang dapat memperkuat dan mendorong
seseorang untuk bertingkah laku. Ini berarti perbuatan seseorang tergantung
motivasi yang mendasarinya.
Motivasi adalah sesuatu yang
dibutuhkan untuk melakukan aktivitas. Masih dalam artikel Siti Sumarni (2005),
motivasi secara harafiah yaitu sebagai dorongan yang timbul pada diri seseorang
secara sadar atau tidak sadar, untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan
tertentu. Sedangkan secara psikologi, berarti usaha yang dapat
menyebabkan seseorang atau kelompok orang tergerak melakukan sesuatu karena
ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya, atau mendapat kepuasan dengan
perbuatannya. (KBBI, 2001:756).
Dari beberapa pendapat di atas,
dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian motivasi adalah keseluruhan daya penggerak
baik dari dalam diri maupun dari luar dengan menciptakan serangkaian usaha
untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu yang menjamin kelangsungan dan
memberikan arah pada kegiatan sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek itu
dapat tercapai.
Pengertian belajar menurut Morgan, mengatakan bahwa belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah
laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman (Wisnubrata,).
Sedangkan menurut Moh. Surya, belajar adalah
suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan
tingkah laku yang baru keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu
sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. Kesimpulan
yang bisa diambil dari kedua pengertian di atas, bahwa pada prinsipnya, belajar adalah perubahan dari diri
seseorang.
Dari uraian yang tersebut di atas,
dapat disimpulkan bahwa pengertian motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak
baik dari dalam diri maupun dari luar siswa (dengan menciptakan serangkaian
usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu) yang menjamin kelangsungan
dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki
oleh subjek belajar itu dapat tercapai.
Dalam
membicarakan macam-macam
motivasi belajar, disini saya hanya akan dibahas
dari dua macam sudut pandang, yakni motivasi yang berasal dari dalam pribadi
seseorang yang biasa disebut ”motivasi intrinsik” dan motivasi yang berasal
dari luar diri seseorang yang biasa disebut ”motivasi ekstrinsik”.
Menurut
Syaiful Bahri (2002:115) motivasi intrinsik yaitu motif-motif
yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak memerlukan rangsangan dari luar,
karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.
Sejalan dengan pendapat diatas, dalam artikelnya Siti Sumarni (2005)
menyebutkan bahwa motivasi intrinsik adalah motivasi yang muncul
dari dalam diri seseorang. Sedangkan Sobry Sutikno (2007) mengartikan motivasi
intrinsik sebagai motivasi yang timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa
ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri. Dari
beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan, motivasi intrinsik adalah
motivasi yang muncul dari dalam diri seseorang tanpa memerlukan rangsangan dari
luar.
Contohnya
: siswa yang belajar,
karena memang dia ingin mendapatkan pengetahuan, nilai ataupun keterampilan
agar dapat mengubah tingkah lakunya, bukan untuk tujuan yang lain. Intrinsic
motivations are inherent in the learning situations and meet pupil-needs and
purpose. Itulah sebabnya motivasi intrinsik dapat juga dikatakan sebagai
bentuk motivasi yang di dalamnya aktivitas belajar
dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan dari dalam diri dan secara mutlak
terkait dengan aktivitas belajarnya.
Menurut
A.M. Sardiman (2005:90) motivasi ekstrinsik adalah motif-motif
yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. Sedangkan
Rosjidan, et al (2001:51) menganggap motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang
tujuan-tujuannya terletak diluar pengetahuan, yakni tidak terkandung didalam
perbuatan itu sendiri. Sobry Sutikno berpendapat bahwa motivasi ekstrinsik
adalah motivasi yang timbul akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena
ajakan, suruhan atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian
seseorang mau melakukan sesuatu. Dari beberapa pendapat di atas, dapat
disimpulkan, motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang
timbul dan berfungsi karena adanya pengaruh dari luar.
Misalnya,
seseorang belajar
karena tahu besok akan ada ulangan dengan harapan mendapatkan nilai yang baik,
sehingga akan dipuji oleh guru, atau temannya atau bisa jadi, seseorang rajin belajar
untuk memperoleh hadiah yang telah dijanjikan oleh orang tuanya. Jadi, tujuan
dari belajar bukan untuk mendapatkan pengetahuan atau ilmu, tetapi ingin
mendapatkan nilai baik, pujian ataupun hadiah dari orang lain. Ia belajar
karena takut hukuman dari guru atau orang
tua. Waktu belajar yang tidak jelas dan
tergantung dengan lingkungan sekitar juga bisa menjadi contoh bahwa seseorang
belajar karena adanya motivasi ekstrinsik.
Kita
semua tentunya mengetahui arti penting motivasi dalam proses belajar.
Dalam belajar sangat diperlukan motivasi. Motivation is an essential condition
of learning. Hasil belajar akan menjadi optimal, jika ada motivasi. Semakin
tepat motivasi yang diberikan, akan semakin berhasil juga pelajaran itu.
Jadi motivasi akan senantiasa
menentukan intensitas usaha belajar
bagi para siswa. Perlu ditegaskan, bahwa motivasi berkaitan erat dengan
suatu tujuan. Motivasi mempengaruhi adanya kegiatan.
a) Motivasi
sebagai pendorong perbuatan
Pada
mulanya siswa tidak ada hasrat untuk belajar,
tetapi karena ada sesuatu yang dicari, muncullah minat untuk belajar.
Hal ini sejalan dengan rasa keingintahuan dia yang akhirnya mendorong siswa
untuk belajar.
Sikap inilah yang akhirnya mendasari dan mendorong ke arah sejumlah perbuatan
dalam belajar. Jadi, motivasi yang berfungsi sebagai pendorong ini
mempengaruhi sikap apa yang seharusnya siswa ambil dalam rangka belajar.
b) Motivasi
sebagai penggerak perbuatan
Dorongan
psikologis yang melahirkan sikap terhadap siswa
itu merupakan suatu kekuatan yang tak terbendung. Siswa akan melakukan
aktivitas dengan segenap jiwa dan raga. Akal dan pikiran berproses dengan sikap
raga yang cenderung tunduk dengan kehendak perbuatan belajar.
c) Motivasi sebagai pengarah
perbuatan
Yaitu
dengan menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang mendukung
guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak
bermanfaat bagi tujuan tersebut.
Pada
intinya fungsi motivasi ini dapat di simpulkan bahwa motivasi
sebagai penggerak kegiatan, motivasi sebagai pendorong perbuatan, motivasi
sebagai pengarah perbuatan dan motivasi sebagai penyeleksi perbuatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar