Jumat, 06 Juli 2012

lie (dusta)

Pada dasarnya manusia normal
hidup tanpa adanya dusta,
berdustalah selagi tidak merugikan
orang lain & menyianyiakan/melibatkan orang lain
asal masih bisa dipertanggung jawabkan
atas dusta yang tlah diperbuat...

mudah dibaca, tapi susah dipahami....???

tujuan hidup yang utama

tujuan bukan utama
yang utama adalah prosesnya
kita hidup mencari bahagia
bukan derita...
nikmatilah hidup
selagi kita masih di beri
kesempatan tuk hirup helai udara
jadi jangan pernah
menyianyiakan waktu,pacar,family... key

lika-liku cinta

Cinta tak mesti
berakhir bahagia
karna cinta deritanya
tiada akhir..
bila berani mengenal cinta
maka harus berani mengenal air mata...
cinta itu
ada manis
ada pahit
ada suka
ada duka
Ada..ada aja...
Without giasses
filled with water
may be useless..
As well as my life
feells empty
when my day yesterday
was

Bukit Berbunga

Di bukit indah berbunga
kau mengajak aku kesana
memandang alam sekitarnya
dengan ku nikmati suasana yang ada
karna senja telah tiba
mentari tenggelam,
di bukit yang biru
langit merah berwarna sendu,
kita pun turun bersama
melintasi jalan setapak,
tanganmu memeluk dipundak
membawa aku melangkah,
tak lupa ku petik
bunga warna ungu
lalu kuselipkan di rambutmu desy sasy utamy....

ikhlas tapi hati tak rela...

Sebenarnya aku takan rela
tapi aku harus belajar & mengerti keadaan,
andai aku mampu
pasti takan kubiarkan
merubah segalanya seperti ini.....

Penyesalan hati dalam kehidupan..

Kenapa jalan seperti ini
yang harus aku lewati,
tiadakah mungkin ada
jalan yang harus ku lalui,
Untuk sampai pada suatu tujuaan...

Introfeksi Diri...

Salah satu hal yang tersulit
Dalam hidup adalah
Tetap menjadi diri sendiri
Disaat banyak orang ingin merubahmu
Menjadi orang lain.....

Terapi Realitas ( Reality Therapy )
Permasalahan :
1.Klien yang berperilaku tidak sesuai dengan kenyataan

Kasus yang dihadapi :
            BY seorang siswa kelas sembilan di salah satu madrasah tsanawiyah swasta di kota Palembang, dalam keseharian ia selalu cuek dan acuh tak acuh seringkali keluar pada waktu jam belajar dan terkadang ia tidak mengikuti pelajaran seperti teman-temanya. Ia kerapkali “kepergok” oleh guru piket karena tidak masuk ke kelas dan ia terkena teguran dan karena sering berulah ia akhirnya dikenakan sanksi yang berat oleh Kepala madrasah berupa pertanggungjawaban yang telah diperbuatnya berupa perjanjian akan dikeluarkan dari madrasah jika ia berulang lagi. Padahal kenyaataannya ia harus mengikuti ujian akhir nasional dan sebentar lagi akan melanjutkan studi ke sekolah lanjutan tingkat menengah. Namun apa hendak diperbuat ia terpaksa harus menerima konsekuensi terhadap apa yang telah diperbuatnya tersebut.

            Penyelesaian kasus tersebut diatas menggunakan terapi realitas dan akan kami coba lakukan dengan tahapan sebagai berikut:
a.Identifikasi klien
Nama : BY
Umur : 16 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Siswa : kelas 9 MTs Swasta Palembang

b.Keluhan utama
-Selalu cuek dan acuh tak acuh
-Seringkali keluar pada saat jam belajar dan tidak mengikuti proses belajar
-Sering berulah dan malas belajar
-Cemas dan berkeringat
-Seringkali buang air kecil

c.Riwayat pribadi
-Cuek dan acuh tak acuh
-Tidak berpakaian rapi
-Pendiam dan suka menyendiri

Hubungan dengan teman sekelas :
-Suka mencontek teman
-tidak harmonis dan mudah tersinggung
-suka menyendiri dan melamun
-terkadang emosional.

Hubungan dengan guru mata pelajaran :
-Tidak menunjukkan sikap hormat
-Tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru
-Selalu meminta izin keluar kelas dengan berbagai alasan

Hubungan dengan orang tua :
-Suka membantah
-Menunjukkan sikap emosional yang berlebihan
-Tidak betah di rumah dan suka melamun

d.Diagnosa
-Cemas dan berkeringat
-Tidak menghargai diri sendiri dan orang lain
-Suka melamun dan menyendiri
-Mengungkapkan emosi yang berlebihan

e.Prognosa
            Klien BY diduga mengalami gangguan kecemasan dan kesulitan dalam belajar dan berhubungan sosial disebabkan oleh faktor tingkahlaku yang tidak sesuai kenyataan.

f.Treatment
            Dengan menggunakan terapi realitas diharapkan individu dapat :
-Mampu mengurus dirinya untuk mencapai masa depan yang lebih baik
-Mendorong klien agar berani bertanggung jawab dan disiplin terhadap konsekuensi yang diterimanya apabila ia tidak mau belajar
-Membuat rencana-rencana yang dapat tercapai tentang kelulusan yang akan dicapai
-Menciptakan hubungan yang sukses dengan kepribadian yang sukses

Teknik- teknik konseling yang diberikan dalam terapi realitas, diantaranya dengan:
-Role playing (permainan peran) denga klien
-Menggunakan kata-kata humor dalam penciptaan suana yang segar dan rileks
-Tidak menjanjikan maaf apapun kepada klien karena ia harus mempertanggungjawabkan konsekuensi yang telah diperbuatnya
-Membantu klien merumuskan tingkahlaku apa yang akan dilakukannya
-Membuat model peranan yang diajarkan oleh guru sebagai pendidik
-Menggunakan terapi ejekan (kejutan verbal) yang pantas untuk mengkonfrontasi klien dengan tingkahlakunya yang tidak pantas. (menegur langsung terhadap apa yang tidak dipertanggungjawabkannya)
-Terlibat dalam penyusunan perencanaan model belajar yang dilakukan dalam kehidupan sekolah.


terapi realitas


Terapi Realitas ( Reality Therapy )
Permasalahan :
1.Klien yang berperilaku tidak sesuai dengan kenyataan

Kasus yang dihadapi :
            BY seorang siswa kelas sembilan di salah satu madrasah tsanawiyah swasta di kota Palembang, dalam keseharian ia selalu cuek dan acuh tak acuh seringkali keluar pada waktu jam belajar dan terkadang ia tidak mengikuti pelajaran seperti teman-temanya. Ia kerapkali “kepergok” oleh guru piket karena tidak masuk ke kelas dan ia terkena teguran dan karena sering berulah ia akhirnya dikenakan sanksi yang berat oleh Kepala madrasah berupa pertanggungjawaban yang telah diperbuatnya berupa perjanjian akan dikeluarkan dari madrasah jika ia berulang lagi. Padahal kenyaataannya ia harus mengikuti ujian akhir nasional dan sebentar lagi akan melanjutkan studi ke sekolah lanjutan tingkat menengah. Namun apa hendak diperbuat ia terpaksa harus menerima konsekuensi terhadap apa yang telah diperbuatnya tersebut.

            Penyelesaian kasus tersebut diatas menggunakan terapi realitas dan akan kami coba lakukan dengan tahapan sebagai berikut:
a.Identifikasi klien
Nama : BY
Umur : 16 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Siswa : kelas 9 MTs Swasta Palembang

b.Keluhan utama
-Selalu cuek dan acuh tak acuh
-Seringkali keluar pada saat jam belajar dan tidak mengikuti proses belajar
-Sering berulah dan malas belajar
-Cemas dan berkeringat
-Seringkali buang air kecil

c.Riwayat pribadi
-Cuek dan acuh tak acuh
-Tidak berpakaian rapi
-Pendiam dan suka menyendiri

Hubungan dengan teman sekelas :
-Suka mencontek teman
-tidak harmonis dan mudah tersinggung
-suka menyendiri dan melamun
-terkadang emosional.

Hubungan dengan guru mata pelajaran :
-Tidak menunjukkan sikap hormat
-Tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru
-Selalu meminta izin keluar kelas dengan berbagai alasan

Hubungan dengan orang tua :
-Suka membantah
-Menunjukkan sikap emosional yang berlebihan
-Tidak betah di rumah dan suka melamun

d.Diagnosa
-Cemas dan berkeringat
-Tidak menghargai diri sendiri dan orang lain
-Suka melamun dan menyendiri
-Mengungkapkan emosi yang berlebihan

e.Prognosa
            Klien BY diduga mengalami gangguan kecemasan dan kesulitan dalam belajar dan berhubungan sosial disebabkan oleh faktor tingkahlaku yang tidak sesuai kenyataan.

f.Treatment
            Dengan menggunakan terapi realitas diharapkan individu dapat :
-Mampu mengurus dirinya untuk mencapai masa depan yang lebih baik
-Mendorong klien agar berani bertanggung jawab dan disiplin terhadap konsekuensi yang diterimanya apabila ia tidak mau belajar
-Membuat rencana-rencana yang dapat tercapai tentang kelulusan yang akan dicapai
-Menciptakan hubungan yang sukses dengan kepribadian yang sukses

Teknik- teknik konseling yang diberikan dalam terapi realitas, diantaranya dengan:
-Role playing (permainan peran) denga klien
-Menggunakan kata-kata humor dalam penciptaan suana yang segar dan rileks
-Tidak menjanjikan maaf apapun kepada klien karena ia harus mempertanggungjawabkan konsekuensi yang telah diperbuatnya
-Membantu klien merumuskan tingkahlaku apa yang akan dilakukannya
-Membuat model peranan yang diajarkan oleh guru sebagai pendidik
-Menggunakan terapi ejekan (kejutan verbal) yang pantas untuk mengkonfrontasi klien dengan tingkahlakunya yang tidak pantas. (menegur langsung terhadap apa yang tidak dipertanggungjawabkannya)
-Terlibat dalam penyusunan perencanaan model belajar yang dilakukan dalam kehidupan sekolah.


terapi realitas


Terapi Realitas ( Reality Therapy )
Permasalahan :
1.Klien yang berperilaku tidak sesuai dengan kenyataan

Kasus yang dihadapi :
            BY seorang siswa kelas sembilan di salah satu madrasah tsanawiyah swasta di kota Palembang, dalam keseharian ia selalu cuek dan acuh tak acuh seringkali keluar pada waktu jam belajar dan terkadang ia tidak mengikuti pelajaran seperti teman-temanya. Ia kerapkali “kepergok” oleh guru piket karena tidak masuk ke kelas dan ia terkena teguran dan karena sering berulah ia akhirnya dikenakan sanksi yang berat oleh Kepala madrasah berupa pertanggungjawaban yang telah diperbuatnya berupa perjanjian akan dikeluarkan dari madrasah jika ia berulang lagi. Padahal kenyaataannya ia harus mengikuti ujian akhir nasional dan sebentar lagi akan melanjutkan studi ke sekolah lanjutan tingkat menengah. Namun apa hendak diperbuat ia terpaksa harus menerima konsekuensi terhadap apa yang telah diperbuatnya tersebut.

            Penyelesaian kasus tersebut diatas menggunakan terapi realitas dan akan kami coba lakukan dengan tahapan sebagai berikut:
a.Identifikasi klien
Nama : BY
Umur : 16 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Siswa : kelas 9 MTs Swasta Palembang

b.Keluhan utama
-Selalu cuek dan acuh tak acuh
-Seringkali keluar pada saat jam belajar dan tidak mengikuti proses belajar
-Sering berulah dan malas belajar
-Cemas dan berkeringat
-Seringkali buang air kecil

c.Riwayat pribadi
-Cuek dan acuh tak acuh
-Tidak berpakaian rapi
-Pendiam dan suka menyendiri

Hubungan dengan teman sekelas :
-Suka mencontek teman
-tidak harmonis dan mudah tersinggung
-suka menyendiri dan melamun
-terkadang emosional.

Hubungan dengan guru mata pelajaran :
-Tidak menunjukkan sikap hormat
-Tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru
-Selalu meminta izin keluar kelas dengan berbagai alasan

Hubungan dengan orang tua :
-Suka membantah
-Menunjukkan sikap emosional yang berlebihan
-Tidak betah di rumah dan suka melamun

d.Diagnosa
-Cemas dan berkeringat
-Tidak menghargai diri sendiri dan orang lain
-Suka melamun dan menyendiri
-Mengungkapkan emosi yang berlebihan

e.Prognosa
            Klien BY diduga mengalami gangguan kecemasan dan kesulitan dalam belajar dan berhubungan sosial disebabkan oleh faktor tingkahlaku yang tidak sesuai kenyataan.

f.Treatment
            Dengan menggunakan terapi realitas diharapkan individu dapat :
-Mampu mengurus dirinya untuk mencapai masa depan yang lebih baik
-Mendorong klien agar berani bertanggung jawab dan disiplin terhadap konsekuensi yang diterimanya apabila ia tidak mau belajar
-Membuat rencana-rencana yang dapat tercapai tentang kelulusan yang akan dicapai
-Menciptakan hubungan yang sukses dengan kepribadian yang sukses

Teknik- teknik konseling yang diberikan dalam terapi realitas, diantaranya dengan:
-Role playing (permainan peran) denga klien
-Menggunakan kata-kata humor dalam penciptaan suana yang segar dan rileks
-Tidak menjanjikan maaf apapun kepada klien karena ia harus mempertanggungjawabkan konsekuensi yang telah diperbuatnya
-Membantu klien merumuskan tingkahlaku apa yang akan dilakukannya
-Membuat model peranan yang diajarkan oleh guru sebagai pendidik
-Menggunakan terapi ejekan (kejutan verbal) yang pantas untuk mengkonfrontasi klien dengan tingkahlakunya yang tidak pantas. (menegur langsung terhadap apa yang tidak dipertanggungjawabkannya)
-Terlibat dalam penyusunan perencanaan model belajar yang dilakukan dalam kehidupan sekolah.


curahan dalam hati

saat kau ada tapi hanya terdiam
saat kau tak ada aku merindukan,
mungkin butuh kursus
untuk meluluhkan hatimu.....
ajarilah aku cara untuk mencintaimu
biar semua berjalan sehati dengan ku...

terima kasih untuk bapak

Bila ada mentari pagi menyapa,
aku selalu teringat pada dirimu
sosok yang rela berkorban
waktunya untuk kami
kebahagiaan adalah
harapan baginya....
bapak terima kasih atas kasih sayangmu,
kerinduan tinggal hanya kerinduan
anakmu sekarang
banyak menanggung beban...

Kamis, 05 Juli 2012

motifasi belajar




            Menurut Mc. Donald motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Dengan pengertian ini, dapat dikatakan bahwa motivasi adalah sesuatu yang kompleks.
            Motivasi akan menyebabkan terjadinya suatu perubahan energi yang ada pada diri manusia, sehingga akan bergayut dengan persoalan gejala kejiwaan, perasaan dan juga emosi, untuk kemudian bertindak atau melakukan sesuatu.
            Motivasi belajar dapat juga diartikan sebagai serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka, maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelak perasaan tidak suka itu.
            Menurut Siti Sumarni (2005), Thomas L. Good dan Jere B. Braphy mendefinisikan motivasi sebagai suatu energi penggerak dan pengarah, yang dapat memperkuat dan mendorong seseorang untuk bertingkah laku. Ini berarti perbuatan seseorang tergantung motivasi yang mendasarinya.
            Motivasi adalah sesuatu yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas. Masih dalam artikel Siti Sumarni (2005), motivasi secara harafiah yaitu sebagai dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar, untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Sedangkan secara psikologi, berarti usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya, atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya. (KBBI, 2001:756).
            Dari beberapa pendapat di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian motivasi adalah keseluruhan daya penggerak baik dari dalam diri maupun dari luar dengan menciptakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu yang menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek itu dapat tercapai.

            Pengertian belajar menurut Morgan, mengatakan bahwa belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman (Wisnubrata,). Sedangkan menurut Moh. Surya, belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. Kesimpulan yang bisa diambil dari kedua pengertian di atas, bahwa pada prinsipnya, belajar adalah perubahan dari diri seseorang.
            Dari uraian yang tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak baik dari dalam diri maupun dari luar siswa (dengan menciptakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu) yang menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.


            Dalam membicarakan macam-macam motivasi belajar, disini saya hanya akan dibahas dari dua macam sudut pandang, yakni motivasi yang berasal dari dalam pribadi seseorang yang biasa disebut ”motivasi intrinsik” dan motivasi yang berasal dari luar diri seseorang yang biasa disebut ”motivasi ekstrinsik”.
            Menurut Syaiful Bahri (2002:115) motivasi intrinsik yaitu motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak memerlukan rangsangan dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Sejalan dengan pendapat diatas, dalam artikelnya Siti Sumarni (2005) menyebutkan bahwa motivasi intrinsik adalah motivasi yang muncul dari dalam diri seseorang. Sedangkan Sobry Sutikno (2007) mengartikan motivasi intrinsik sebagai motivasi yang timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri. Dari beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan, motivasi intrinsik adalah motivasi yang muncul dari dalam diri seseorang tanpa memerlukan rangsangan dari luar.
            Contohnya : siswa yang belajar, karena memang dia ingin mendapatkan pengetahuan, nilai ataupun keterampilan agar dapat mengubah tingkah lakunya, bukan untuk tujuan yang lain. Intrinsic motivations are inherent in the learning situations and meet pupil-needs and purpose. Itulah sebabnya motivasi intrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi yang di dalamnya aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan dari dalam diri dan secara mutlak terkait dengan aktivitas belajarnya.
            Menurut A.M. Sardiman (2005:90) motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. Sedangkan Rosjidan, et al (2001:51) menganggap motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang tujuan-tujuannya terletak diluar pengetahuan, yakni tidak terkandung didalam perbuatan itu sendiri. Sobry Sutikno berpendapat bahwa motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena ajakan, suruhan atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian seseorang mau melakukan sesuatu. Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan, motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dan berfungsi karena adanya pengaruh dari luar.
            Misalnya, seseorang belajar karena tahu besok akan ada ulangan dengan harapan mendapatkan nilai yang baik, sehingga akan dipuji oleh guru, atau temannya atau bisa jadi, seseorang rajin belajar untuk memperoleh hadiah yang telah dijanjikan oleh orang tuanya. Jadi, tujuan dari belajar bukan untuk mendapatkan pengetahuan atau ilmu, tetapi ingin mendapatkan nilai baik, pujian ataupun hadiah dari orang lain. Ia belajar karena takut hukuman dari guru atau orang tua. Waktu belajar yang tidak jelas dan tergantung dengan lingkungan sekitar juga bisa menjadi contoh bahwa seseorang belajar karena adanya motivasi ekstrinsik.



            Kita semua tentunya mengetahui arti penting motivasi dalam proses belajar. Dalam belajar sangat diperlukan motivasi. Motivation is an essential condition of learning. Hasil belajar akan menjadi optimal, jika ada motivasi. Semakin tepat motivasi yang diberikan, akan semakin berhasil juga pelajaran itu.
            Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar bagi para siswa. Perlu ditegaskan, bahwa motivasi berkaitan  erat dengan suatu tujuan. Motivasi mempengaruhi adanya kegiatan.
            Ada tiga fungsi motivasi belajar yang dikemukakan oleh Syaiful Bahri, yaitu :
a) Motivasi sebagai pendorong perbuatan
            Pada mulanya siswa tidak ada hasrat untuk belajar, tetapi karena ada sesuatu yang dicari, muncullah minat untuk belajar. Hal ini sejalan dengan rasa keingintahuan dia yang akhirnya mendorong siswa untuk belajar. Sikap inilah yang akhirnya mendasari dan mendorong ke arah sejumlah perbuatan dalam belajar. Jadi, motivasi yang berfungsi sebagai pendorong ini mempengaruhi sikap apa yang seharusnya siswa ambil dalam rangka belajar.
b) Motivasi sebagai penggerak perbuatan
            Dorongan psikologis yang melahirkan sikap terhadap siswa itu merupakan suatu kekuatan yang tak terbendung. Siswa akan melakukan aktivitas dengan segenap jiwa dan raga. Akal dan pikiran berproses dengan sikap raga yang cenderung tunduk dengan kehendak perbuatan belajar.


c) Motivasi sebagai pengarah perbuatan
            Yaitu dengan menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang mendukung guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.
            Pada intinya fungsi motivasi ini dapat di simpulkan bahwa motivasi sebagai penggerak kegiatan, motivasi sebagai pendorong perbuatan, motivasi sebagai pengarah perbuatan dan motivasi sebagai penyeleksi perbuatan.